Sabtu, 04 Desember 2010

achmatim.net adalah situs web yang menyediakan segala tutorial untuk belajar apa saja mengenai dunia maya atau jaringan internet. .
blog ini menyediakan berbagai tutor bagi anda yang ingin belajar.
kunjungi  http://achmatim.net
kelas executive di UBL adalah fasilitas bagi para karyawan untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Oleh kerena itu ini adalah kesempatan bagi para karyawan yang ingin meneruskan pendidikan untuk jurusan apa saja yang tersedia di UBL.
info http://executive.budiluhur.ac.id
Universitas Budi Luhur (UBL) adalah sekolah tinggi dengan berbagai fakultas dan jurusan yang beragam, UBL memiliki 2 kampus, kampus pusat terletak di Petukangan Jakarta Selatan dan kampus cabang di Roxy.
UBL menyediakan fasilitas yang lengkap. Seperti, sarana olahraga, wifi area, lab komputer, lab teknik, dan ruang kelas yang di lengkapi dengan pendingin ruangan (Air Conditioner)
lebih lengkap di http://budiluhur.ac.id

Ki Hajar Dewantara ( RM Soewardi Soeryaningrat)

Ki Hajar Dewantara Lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889.Terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia berasal dari lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, saat genap berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Semenjak saat itu, ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya.

Perjalanan hidupnya benar-benar diwarnai perjuangan dan pengabdian demi kepentingan bangsanya. Ia menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda) Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai tamat karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya.

Ir. Soekarno

Presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno lahir di Blitar, Jawa Timur 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika..

Cut Nyak Dien

Cut Nyak Dien lahir pada 1848 dari keluarga kalangan bangsawan yang sangat taat beragama. Ayahnya bernama Teuku Nanta Seutia, uleebalang VI Mukim, bagian dari wilayah Sagi XXV. Leluhur dari pihak ayahnya, yaitu Panglima Nanta, adalah keturunan Sultan Aceh yang pada permulaan abad ke-17 merupakan wakil Ratu Tajjul Alam di Sumatra Barat. Ibunda Cut Nyak Dien adalah putri uleebalang bangsawan Lampagar.

Sebagaimana lazimnya putri-putri bangsawan Aceh, sejak kecil Cut Nyak Dien memperoleh pendidikan, khususnya pendidikan agama. Pendidikan ini selain diberikan orang tuanya, juga para guru agama.Karena pengaruh didikan agama yang amat kuat, didukung suasana lingkungannya, Cut Nyak Dien memiliki sifat tabah, teguh pendirian dan tawakal.

Pangeran Diponegoro

Pangeran Diponegoro adalah putra sulung Hamengkubuwana III, seorang raja Mataram di Yogyakarta. Lahir pada tanggal 11 November 1785 di Yogyakarta dari seorang garwa ampeyan (selir) bernama R.A. Mangkarawati, yaitu seorang garwa ampeyan (istri non permaisuri) yang berasal dari Pacitan. Pangeran Diponegoro bernama kecil Bendoro Raden Mas Ontowiryo.

Biografi Jendral Sudirman

Jendral Besar Sudirman lahir di Bodas Karangjati, Rembang, Purbalingga, 24 Januari 1916. Jenderal Sudirman merupakan salah satu tokoh besar di antara sedikit orang lainnya yang pernah dilahirkan oleh suatu revolusi. Saat usianya masih 31 tahun ia sudah menjadi seorang Jendral. Meski menderita sakit paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya melawan Belanda. Ia berlatar belakang seorang guru HIS Muhammadiyah di Cilacap dan giat di kepanduan Hizbul Wathan